Home » » Sawang Sinawang

Sawang Sinawang

Sawang Sinawang 

Oleh : Diana Windiati

Pepatah Jawa ini terdiri dari dua kata yaitu Sawang artinya melihat dan Sinawang artinya dilihat. Sawang sinawang artinya saling melihat. Ya, sekedar melihat, biasanya hanya akan terlihat bagian luarnya saja tapi tak terlihat bagian dalamnya. Dalam artian luas, pepatah ini hampir sama dengan rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, yaitu melihat orang lain lebih baik, lebih enak hidupnya.

Dalam curhatan dengan seorang teman, sampailah pada kesimpulan bahwa setiap orang itu memiliki masalah yang sama berat. Jelas itu tertuang dalam Al Quran, "Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya" artinya karena kemampuan seseorang berbeda jadi terlihat yang satu masalahnya terlihat lebih ringan dari yang lain, padahal, bagi dia masalah itu sudah cukup berat.

Intinya, ketika dalam kesulitan, jangan pernah merasa bahwa kita adalah orang yang paling susah, paling merana di dunia. Tenang sodara-sodara, kalian tidak sendirian, orang yang punya Alphard itu juga punya masalah, orang yang cantik punya masalah, orang yang punya jabatan juga punya masalah, bahkan setiap orang yang kita temui juga punya masalah. Bedanya adalah cara menyikapi, ada yang suka mengeluh, ada yang sedikit-sedikit menangis, ada yang cuek ada yang santai.

Lucu juga kadang, beberapa orang iri dengan apa yang saya lakukan, kemudian saya iri pada teman saya yang lain, begitu seterusnya. Bagi saya ini manusiawi, selama iri dalam kebaikan yang akan mengubah kita pada kebaikan saya pikir tidak ada masalah. Asalkan, bukan iri negatif yang membuat kita lupa bersyukur bahwa sebenarnya kita sudah dianugerahi banyak hal, tetapi masih terobsesi menjadi orang lain.

Tak jarang juga seperti ini, yang belum lulus ngiri sama yang sudah lulus, yang sudah lulus ngiri sama yang belum lulus, katanya enakan kuliah, cari kerja susah ternyata. Atau yang belum nikah ngiri sama yang sudah nikah, yang sudah nikah ngiri pada yang belum, katanya enak ya masih single bisa bebas kemana-mana, Nahh... padahal yang belum lulus dan yang sudah lulus sama-sama punya masalah. Yang belum nikah dan yang sudah nikah juga sama sama punya masalah. Kadarnya? Ya Allah lebih tahu kemampuan kita bukan?

Kuncinya, syukuri apa yang kita miliki terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain, syukur-syukur seringlah melihat ke bawah jangan melulu melihat ke atas, supaya kita banyak bersyukur, kalau bersyukur nikmat akan bertambah? Mau kan? Kalaupun melihat ke atas, sekali lagi ingat ya, di balik rumah dan mobil mewah itu banyak masalah juga, di balik kemilau kehidupan para juragan kelas atas itu juga banyak masalah.

Mudah untuk mengatakan semua itu ya? Percayalah, seorang Mario Teguh juga sesekali galau :D dan sebagai manusia biasa saya juga tidak semudah yang saya tuliskan, dan dengan cara seperti ini saya belajar. Sesekali galau sahabat saya, sudah berkeluarga selalu mengatakan,"Din, medan juang kita beda, kalau stress aku juga sama, tapi semua harus berjuang. Ga ada hal-hal yang sampai ke kamu karena kebetulan!" 

Share this on :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Berbagi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template