Home » » Peduli dari Hati

Peduli dari Hati

Peduli dari Hati

Oleh : Diana Windiati

Perasaan akhir-akhir ini semakin banyak jumlah anak-anak di kampung saya. Terutama yang usianya 3 - 5 tahun. Hampir setiap di atas jam 10 pagi, jalanan kampung sudah mulai rame dipenuhi anak-anak kecil itu bermain. Saya suka memperhatikan tingkah laku mereka, terutama kebiasaan mereka membeli kue, atau tuku jajan istilah mereka dalam bahasa Jawa.

Seorang gadis kecil, saya perhatikan suka sekali membeli jajan dengan merk tertentu, itu terus setiap hari. Padahal pilihan jajan yang lain pastinya banyak. Suatu ketika saya iseng bertanya, kenapa membeli jajan itu terus. Jawabannya standar anak kecil,"karena yang ini isinya dua". Masih saya perhatikan lagi, ternyata beberapa langkah setelah itu dia bertemu dengan teman kecil lainnya dan memberikan satu bagian jajannya kepada temannya.

Lain lagi dengan sekelompok anak laki-laki yang datang ke sebuah toko, hanya dengan membawa sebuah koin limaratusan. Setelah melihat-lihat jajan, mereka memutuskan untuk membeli permen, kemudian membaginya satu per satu kepada ketiga temannya. Ya, dengan uang lima ratus mereka bisa mendapatkan 4 buah permen.

Saya tersenyum melihat anak-anak itu, indah. Entah dari mana mereka mendapatkan pelajaran sederhana tentang kepedulian dan berbagi, yang jelas tidak ada yang memaksa, tidak ada yang menyuruh, mereka saling berbagi satu sama lain. Peduli seperti itu, datang dari hati.

Beberapa saat setelah saya meluncurkan Gemas saya dibuat terperangah oleh antusias para sahabat yang sebagian tidak pernah saya kenal. Mereka mengulurkan tangan untuk turut berbagi dan peduli, padahal sebagian mereka berasal dari lokasi yang sangat jauh dengan lokasi saya. Tidak banyak mengenal saya, tidak banyak mengenal korban, hanya mengenal lewat ajakan sederhana untuk peduli dan berbagi. Peduli seperti ini, datang dari hati.

Juga ketika saya posting tentang kebutuhan darah Cindy, gadis 7 tahun yang menderita leukimia. Semua sahabat langsung merespon cepat. Sebagian dari mereka yang tidak mampu mendonorkan darahnya, turut mensupport moral dan material. Padahal hampir semua tidak mengenal Cindy dan keluarganya. Peduli seperti ini, datang dari hati.

Peduli dari hati sangatlah sederhana, tak perlu banyak syarat dan juga tidak mengikat, tak perlu ribut membawa bendera, tak perlu ribut membesarkan gengsi, tak perlu ribut untuk di kenal dan menjadi terkenal serta tak perlu ribut menunggangi kepedulian untuk berbagai kepentingan lainnya.

Peduli dari hati yang jelas lebih indah :)
because Humanity is Borderless. 

Share this on :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Berbagi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template