Home » » Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Oleh : Diana Windiati

Sore itu, sepulang kerja, saya berencana mampir sebentar ke toko buku. Seperti hari-hari biasanya jalanan di depan salah satu mall di Surabaya ini mulai dipadati kendaraan bermotor. Tas saya penuh, di dalamnya terdapat sekotak kue pemberian teman yang pada hari itu sedang ulang tahun. Saya sengaja menyimpannya untuk di bawa pulang karena tidak sempat memakannya di kantor sepanjang hari tadi.

Jarak toko buku dengan kantor saya tidak terlalu jauh, cukuplah ditempuh dengan berjalan kaki, kemudian dengan melewati jembatan penyeberangan, maka sampailah sudah ke toko buku yang berada di dalam sebuah mall tersebut. Meski terlihat beberapa orang yang malas untuk menaiki jembatan dan memilih menyeberang seenaknya. Tentu saja ini bahaya.

Setelah menapaki anak tangga yang cukup tinggi, di atas jembatan penyeberangan saya mendapati dua orang peminta–minta dan seorang anak jalanan. Karena teringat bahwa saya memiliki sekotak kue di dalam tas, timbullah niat saya untuk membagikan kue tersebut kepada mereka bertiga. Tetapi karena kondisi jembatan cukup ramai, saya berfikir,”Ahh..nanti saja saya berikan saat pulang”. Toh saat itu saya memang berencana membeli sebuah buku dan langsung pulang. Tidak ada keperluan yang lainnya. 

Yakin, tidak lebih dari setengah jam saya berada di dalam toko buku, dan langsung pulang melewati jembatan yang sama. Kali ini saya sudah mengeluarkan kue dan siap membagikannya kepada tiga orang tadi. Tetapi alangkah terkejutnya saya ketika tidak ada seorangpun di atas jembatan. Padahal biasanya seperti pada umumnya di setiap jembatan penyeberangan selalu banyak peminta-minta.  Saya heran, kemana perginya ketiga orang tadi, Begitu cepatkah mereka bertiga meninggalkan tempat tersebut? Bahkan jembatan yang tadinya ramai juga sudah sepi. Ya, mungkin ini penyebabnya, karena sudah sepi itulah mereka lantas meninggalkan tempat ini..
Ahh…hilang sudah kesempatan melipatgandakan pahala sore itu.

Kesempatan, mungkin itulah kenapa banyak orang mengatakan bahwa kesempatan hanya datang sekali. Meskipun demikian saya tidak percaya sepenuhnya, saya masih yakin selalu ada kesempatan berikutnya tetapi mungkin tidak sama persis dengan yang pertama. Tetapi terkadang kesempatan datang terlalu singkat, maka kita perlu mempergunakan sebaik mungkin.

Share this on :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Berbagi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template