Home » » Manic Street Walkers: Jelajahi Kota Surabaya dengan Berjalan Kaki

Manic Street Walkers: Jelajahi Kota Surabaya dengan Berjalan Kaki

Berawal dari kegelisahan seorang anak muda bernama Anitha Silvia melihat (hampir) tidak ada yang berjalan kaki di kota Surabaya, dimana warga lebih memilih naik sepeda motor/mobil maka ia dan teman-temannya menggagas klab pejalan kaki yang diberi nama Manic Street Walkers.

Anitha menuturkan, transportasi massal mulai banyak ditinggalkan, sepeda dan jalan kaki hanya dilakukan saat akhir pekan untuk rekreasi/olahraga, bukan sebagai moda transportasi. Tumpukan kendaraan bermotor di jalanan kota Surabaya, polusi udara meningkat, kota menjadi tidak ramah bagi penduduk, parkiran kendaraan motor mengokupasi ruang publik, iklan otomotif yang berlebihan. Bersama Manic Street Walkers ia berharap warga kota Surabaya sadar bahwa penting sekali untuk berjalan kaki di kota karena akan membuat perubahan yang baik untuk kota Surabaya. Kehidupan ada di jalanan, di lingkungan, menghargai kehidupan dengan berjalan kaki.

Bermula saat liburan akhir tahun 2011, sejumlah kawan Anitha berlibur ke Surabaya, ia dan kawan-kawan C2O Library & Collabtive membuat trip berjalan kaki ke Kampung Jagir dan Taman Flora, setelah 5 jam berjalan kaki, mereka sangat menyukainya dan mengusulkan membuat klab pejalan kaki, maka tanpa direncanakan pada 31 Desember 2011 mereka membuat klab pejalan kaki yang mereka beri nama Manic Street Walkers, plesetan dari band favorit mereka: Manic Street Preachers.


Hingga saat ini mereka telah mengunjungi Kampung Jagir, Kampung Peneleh, Kampung Bubutan, Kampung Keputran, Kampung Arab, Pecinan, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Kalimas, Gedung Setan, sejumlah perpustakaan, sejumlah taman kota, sejumlah makam, sejumlah pasar tradisional dan menyusuri bantaran Kalimas. Meskipun belum ada jadwal reguler untuk berjalan kaki bersama, setidaknya sebulan sekali mereka melakukan trip berjalan kaki.

Jarak yang mereka tempuh beragam, ada jarak dekat, menengah, dan jauh. Untuk jarak dekat  biasanya ditempuh sekitar 1-2 jam, jarak menengah 3-4 jam dan jarak jauh 5-7 jam. Setiap perjalanan tak lupa mereka membuat dokumentasi berupa reportase dan foto, mereka juga membuat scrapbook untuk diisi.

Menurut Anitha yang juga suka bersepeda ini, berjalan kaki adalah cara yang paling tepat untuk mengenal kota dan warga Surabaya. Kota Surabaya memiliki banyak kampung, sungai, jalan/gang/rel kereta, dan bangunan bersejarah. Banyak sekali yang bisa dinikmati sekaligus dipelajari dari kota Surabaya. Dengan berjalan kaki, kita melihat lebih dekat dan lebih lambat lingkungan sekitar, menemukan banyak detil di jalanan yang kita lalui, bisa berpapasan dengan orang lain. Mereka berharap kegiatan ini dapat mendorong lebih banyak orang untuk berjalan kaki. Tidak perlu bergabung dengan klab mereka untuk berjalan kaki di kota, semua orang bisa berjalan kaki di kota tanpa ikutan klab ini, mereka juga berharap di kota lain juga membuat klab pejalan kaki.

Tertarik untuk turut menjelajahi Kota Surabaya? Syaratnya sehat jasmani, berpakaian dan beralas kaki yang nyaman, serta memiliki rasa penasaran. Untuk informasi detil mengenai aktivitas Manic Street Walkers, silakan kunjungi http://c2o-library.net/walkers.

Narasumber:
Anitha Silvia
Manic Street Walkers
  
Share this on :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Berbagi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template