Home » » Angkringan, Wisata Kuliner Legendaris di Yogyakarta

Angkringan, Wisata Kuliner Legendaris di Yogyakarta

image: equator-indonesia.com
Belum lengkap rasanya kalau berkunjung ke Yogyakarta tanpa menikmati malam dengan mencicipi kuliner pinggir jalan yang lebih dikenal dengan sebutan Angkringan. Angkringan berasal dari kata “angkring” yang berarti “duduk santai” atau bahasa jawa “ngankring” yang artinya duduk dengan posisi salah satu kaki lebih tinggi dari kaki yang lainnya. 

Angkringan adalah semacam 'kafe' tradisional yang dikemas dalam sebuah gerobak kecil lengkap dengan terpal dan bangku panjang, dengan tungku arang dan ceret untuk merejang air di atasnya. Angkringan biasa berjualan sore hingga dini hari dengan penerangannya menggunakan lampu minyak 'senthir' dan sekarang lebih sering menggunakan lampu petromak.

Budaya angkringan saat ini sudah melegenda di seluruh sudut kota Yogyakarta, bahkan merambah di daerah Solo dan sekitarnya.

Angkringan menawarkan hidangan makanan dengan harga yang sangat terjangkau. Menu andalan yang terkenal yaitu Nasi Kucing. Diberi istilah Nasi Kucing karena porsinya yang minimalis, namun justru disitulah ciri khas Angkringan. Nasi kucing adalah nasi putih yang diberi sedikit oseng tempe, oseng teri, atau sambel serta dibungkus dengan daun pisang, Nasi Kucing lebih nikmat bila disantap bersama aneka sate yang tersedia seperti sate usus, sate telur puyuh, sate kerang, sate jamur, sate ayam, gorengan, kerupuk, dan banyak lainnya. 

image: agendajogja.com
Berbicara tentang angkringan, maka ada satu angkringan legendaris di Yogyakarta yaitu angkringan Lik Man. Terletak di Jl. Wongsodirjan, Yogyakarta. Angkringan Lik Man termasuk pelopor angkringan di wilayah kota Yogya. Lik Man adalah putra dari Mbah Pairo, pedagang angkringan pertama di Yogyakarta sejak tahun 1950-an. Di sini Anda bisa mencoba salah satu menu minuman legendaris yakni Kopi Joss. Kopi hitam kental dan panas, ditambah dengan sebongkah arang panas. Arang ini berfungsi untuk menetralisir kafein didalam kopi. 

Tempat ini cocok bagi Anda yang ingin menghabiskan malam di Yogya bersama teman atau komunitas Anda. Anda bisa berbincang santai dan diskusi tentang banyak hal mulai yang serius hingga ringan. Tempat dan hidangannya yang terkesan merakyat mampu menghapus sekat-sekat sosial yang banyak tumbuh di masyarakat kita saat ini. Sesuai dengan budaya angkringan yang patut dilestarikan, yaitu tepo sliro (toleransi), kemauan untuk berbagi dan biso rumongso (menjaga perasaan orang lain). 









Share this on :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Berbagi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template