Home » » Menyepi dan Berkreasi di Desa Munduk, Bali

Menyepi dan Berkreasi di Desa Munduk, Bali

image: agoda.com
Pulau Bali, sepertinya tak pernah kehabisan tempat menarik. Jika Anda sudah sering mengunjungi Kuta, Sanur, Ubud atau Bedugul. Sesekali cobalah singgah di sebuah desa pada ketinggian 800-900 m tepatnya di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. 

Desa Munduk, pada awal 1980 sama sekali tidak dikenal. Baru sekitar tahun 1990-an, beberapa wisatawan mulai mengunjungi tempat ini. Tempat ini menyajikan pemandangan alam pegunungan dan tradisi masyarakat mulai dari bertani, berkebun, berkesenian dan upacara adat.

Beberapa perkebunan terhampar di sekitar rumah penduduk dan hotel berbintang. Termasuk diantaranya kebun kopi luwak. Di sini dipelihara belasan ekor luwak. Setiap hari luwak-luwak ini memakan buah kopi di pohon. Kemudian pada pagi harinya, satu dua pekerja akan mengumpulkan kotoran luwak yang berupa biji-biji kopi untuk dibersihkan, dijemur lalu digoreng.

Selain perkebunan kopi, Anda juga akan menjumpai kebun cengkeh. Di hamparan hutan dan kebun-kebun cengjeh ini, tersembunyi tujuh air terjun. Air terjun terbesar, yang dekat dengan jalan raya dan paling sering dikunjungi wisatawan adalah Air Terjun Melanting. Tinggi air terjun ini sekitar 100 m. Airnya sangat deras. Jauh di bawah air terjun ini masih bisa ditemukan air terjum kembar. Namun sayang, letaknya menjorok ke dalam dan medannya terjal sehingga agak sulit untuk menjangkaunya.
image: topholidaysbali.com

Sekitar 6 km dari Dusun Beji juga terdapat danau yang bernama Danau Tamblingan. Danau ini sangat magis, sunyi, dan tak ada suara motor yang mengusik. hanya sesekali pemacing dan rakit dari bambu hilir mudik dari satu dusun ke dusun lain.

Ada belasan pura di sekitar Danau Tamblingan, karenanya danau ini tidak dikembangkan sebagai obyek wisata yang komersil.

Di Munduk, Anda juga bisa menjumpai masyarakat lokal pengrajin tire dan kdape. Tire adalah kain yang digunakan sebagai hiasan upacara pernikahan yang bergambar bisa wayang, bunga, pepohonan yang merupakan jalinan kisah mirip mitos Bali. Sedangkan Kdape mirip tire, hanya kain yang digunakan dari jenis beludru dan dan gambar yang ditempel tidak disulam, melainkan dilem dan dijahit biasa.

Jika Anda mencari hiburan, jangan harap akan menemukan hiburan malam seperti diskotik atau pub. Hal ini memang disengaja pemuka adat desa, supaya Desa Munduk tidak tercemar. Pada malam tertentu beberapa pemain gamelan akan mengisi acara di hotel berbintang. Ketika gamelan kebyar mengalun, keheningan Munduk pun pecah dalam alunan sakral dan menenangkan. Itulah mengapa Munduk memiliki daya tarik tersendiri bagi para seniman untuk menyepi sekaligus berkreasi.    


Share this on :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Berbagi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template