Home » » Yusianto, Master of Coffee Indonesia

Yusianto, Master of Coffee Indonesia

image : sains.kompas.com
Penampilannya yang unik dan jauh berbeda dari seorang barista atau pakar kopi pada umumnya, siapa yang sangka Yusianto adalah pencicip kopi bersertifikat internasional pertama di Indonesia.

Jika Anda termasuk pengunjung setia kafe entah itu di Indonesia, atau juga di Malaysia, Korea, dan Thailand, maka Yusianto lah, master di balik nikmatnya seduhan kopi-kopi tersebut.

Yusianto memiliki lidah yang lihai untuk mendapatkan kopi dengan cita rasa unggulan. Tidak tanggung-tanggung dengan keahliannya ini dia mendapatkan sertifikasi internasional dari Coffee Quality Institute, yakni penguji kopi di Amerika yang terkenal dengan Specialty Coffee Association of America (SCAA).

Keahlian yang dimiliki  meliputi kemampuan menentukan kualitas biji kopi dan minuman kopi yang telah dibuat serta kemampuan menilai aroma dan derajat keasaman kopi serta asal-usul dari biji kopi tertentu.

Dari tangan Yusianto lah lahir barista-barista handal dan profesional. Beberapa kafe di Jakarta dan beberapa wilayah di Indonesia mengirimkan tenaga ahli untuk belajar membuat kopi dari Yusianto. Bahkan beberapa produsen kopi juga mengirimkan tenaga litbang untuk belajar pada pria kelahiran Nganjuk Jawa Timur ini.

Yusianto lulus dari jurusan Teknologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bandung (IPB) di tahun 1988. Kemudian dia masuk ke Puslitkoka dan menekuni bidang pascapanen kopi serta cokelat. Dari sinilah kemampuannya mulai terasah. Yusianto mengaku tak sempat apabila harus meneruskan pendidikan formal untuk khusus mempelajari cita rasa kopi. Proses belajar secara terus-menerus membuat Yusianto mengenal betul cita rasa kopi dari beragam daerah.

Yusianto percaya bahwa Indonesia bisa menjadi "rajanya kopi" di dunia. Menurutnya, Indonesia memiliki beragam varietas kopi dengan cita rasa unggul dan berpotensi untuk diekspor, namun sayangnya, pengembangan komoditas kopi di Indonesia masih perlu ditingkatkan. 

Indonesia masih harus berbenah dalam hal optimalisasi teknologi pertanian yang menjadi kunci peningkatan produktivitas, begitu pula perlunya perlindungan beragam varietas kopi.

Yusianto juga menuturkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar pada kopi liberika (Coffea liberica). Jenis kopi ini belum banyak dikonsumsi saat ini. Kopi liberika kadang disebut kopi nangka. Cita rasanya unik, yaitu rasa sayur, seperti kacang panjang mentah. Di Indonesia, kopi ini tumbuh di Jambi dan Bengkulu. Pasar kopi ini cukup potensial. 

Nah selain itu, level konsumen juga harus diperbaiki. Menurutnya sebagian besar orang Indonesia kalau minum kopi itu asal bisa melek. Memang kafein kopi bisa membuat melek, tetapi  yang lebih penting kopi juga soal cita rasa.








Share this on :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Berbagi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template