Home » » Danau Matano Terdalam se-Asia Tenggara dan Kedelapan di Dunia

Danau Matano Terdalam se-Asia Tenggara dan Kedelapan di Dunia

image : tujuanpariwisata.com
Tidak banyak yang tahu bahwa di ujung selatan Pulau Sulawesi tepatnya di kota Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, terdapat sebuah danau yang merupakan danau terdalam di Asia Tenggara serta terdalam kedelapan di dunia. 

Danau Matano, danau yang dikelilingi oleh Pegunungan Verbec yang berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah  dan Provinsi Sulawesi Tenggara ini memiliki kedalaman sejauh 600 meter (1.969 kaki), 382 meter di antaranya di atas permukaan laut.

Dalam bahasa Dongi (bahasa asli Sorowako), Danau Matano berarti ‘mata air’. Danau ini terbentuk dari ribuan mata air yang muncul akibat gerakan tektonik yang terjadi di sekitar daerah litosfir. Itulah mengapa danau ini memiliki air yang sangat jernih dan tidak akan pernah mengalami kekeringan. 

Berbagai keunikan bisa kita jumpai di danau ini, salah satunya adalah flora dan fauna yang endemik di Sorowako, artinya tidak dapat ditemukan di tempat lainnya.

Di Danau Matano ini terdapat spesies ikan yang tergolong langka di dunia, yang dikenal dengan sebutan Ikan Buttini. Ikan ini memiliki warna yang kecoklat-coklatan dan bentuk yang mirip dengan binatang purba sehingga ikan ini juga diberi julukan Ikan Purba.

Walaupun bentuknya sedikit aneh dengan bola mata menonjol keluar dengan kulitnya berwarna kecoklat-coklatan, tetapi dagingnya terasa gurih saat dimakan. Ikan Buttini adalah ikan yang paling digemari masyarakat setempat, tak heran jika sebagian warga pesisir Danau Matano, menggantungkan hidupnya sebagai nelayan pemancing Ikan Buttini.

Selain itu, di bibir Danau Matano juga terdapat beberapa lubang gua yang di dalamnya terdapat sisa peninggalan sejarah. Seperti tombak, parang, dan juga peralatan rumah yang terbuat dari besi kuningan, yang diperkirakan telah ada sejak ratusan tahun silam.

Tiga dari enam buah gua yang ada sekitar Danau Matano berada tepat di bibir danau, di mana liang gua tersebut, alur liangnya tembus dari tebing batu ke air danau.

Tak jauh dari pemukiman penduduk, bisa dijumpai gua yang banyak dihuni oleh kelelawar. Gua tersebut dinamai warga Matano dengan sebutan Gua Tengkorak karena terdapat banyak tulang belulang dan tengkorak manusia di dalamnya. 




Share this on :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Berbagi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template