Home » » Formula Mencipta TREN, Buka Langsung LARIS oleh Jaya Setiabudi (5)

Formula Mencipta TREN, Buka Langsung LARIS oleh Jaya Setiabudi (5)

Melanjutkan materi Formula Mencipta Tren, kali ini akan mengulas tentang CHANNEL D = P, menghasilkan Low Budget High OMZET dengan cepat. Artinya menemukan yg pas Channel Distribution (Saluran Distribusi) yang juga merupakan Channel Promotion (Saluran Promosi).

Jadi jika Formula 1 - 4 mempersiapkan produk, Formula ke 5 adalah Memasarkan Produk. Outcomenya adalah Penjualan Merata. 

Channel D adalah saluran untuk menyampaikan produk dari produsen ke konsumen. Seberapa pentingkah Channel D? Jika 4 formula sebelumnya sudah dipenuhi dan anggap produk langsung #Booming kemudian, pelanggan mencari-cari produk dan merek Anda, yang ternyata tak ada di pasaran, apa yang terjadi?

Mereka akan menunggu atau mencari di tempat lain..? Tergantung!
Selama 1. Tak ada kompetitor masuk di area itu, 2. Diferensiasi/brand Anda kuat dan 3. Halangan harga untuk mencoba merek lain besar.
Jika ketiga hal itu belum terpenuhi, maka pelanggan akan mencoba produk lain, saat produk Anda lengah di distribusi. Jika ternyata produk orang lain tak kalah Ngangenin dibanding produk Anda? Maka mereka akan pindah ke lain hati.

Banyak kasus dimana seorang pioneer mengedukasi pasar, tapi follower yang menikmati pasarnya. Karena Ch.D yang tidak merata. Kecuali produk Anda sekuat Louis Vuiton, Hermes, Mini Cooper, orang rela menunggu untuk mendapatkan barangnya. 

Jika hanya pia atau kripik? Kalo ada lainnya, ya coba saja. Toh cuma puluhan ribu rupiah, nothing to lose. Jangan terlena dengan kejayaan. Karena kejayaan Anda akan mengundang iri kompetitor untuk menyerang.

Ada 8 macam (+2 campuran) Ch. Distribution dan contoh-contohnya :  
1. Conventional Distribution
Pabrik > Distributor > Agen/retail > konsumen. Digunakan untuk consumer, seperti produk-produk unilever, wings. 
Conventional Distribution dilakukan agar pemerataan distribusi tercapai, agar tak ada celah masuk bagi kompetitor. Mahal dan tak mudah untuk pemula

2. Franchise
Franchisor > Master Franchise > Franchisee. Lazim digunakan untuk tempat pemasaran yang berbentuk Outlet.
Jangan kaget kenapa franchise cepat menjamur? Karena sarana pengembangan usaha dengan DUIT ORANG LAIN
Lepas dari penyimpangan-penyimpangan franchisor yang sebetulnya belum siap franchise, namun diakui Franchise adalah Ch. D yang unggul.

3. Direct Selling
Principal > Distributor > Manager/Supervisor/Sales > Konsumen. Pasarnya kebanyakan ke rumah-rumah atau pameran. 

4. Multi Level Marketing (MLM)
Serupa dengan direct selling, tapi organisasi dan komisi berjenjang. MLM memiliki kelebihan Pemberian 'iming-iming' komisi (Marketing Plan) yang membuat member tergiur untuk fight.
Saking ngebet dengan komisi berjenjang yg menggiurkan, MLM sering tak mempedulikan kualitas PRODUK. Bahkan kebanyakan kasus, bergeser menjual PELUANG USAHA bukan menjual Produk yang seharusnya lagi.Tak dipungkiri, MLM adalah Ch. D yang sangat fenomenal, murah, cepat bertumbuh, tapi membahayakan jika tak kuat sistemnya.

5. Online
Web > Konsumen via Shipping/download. Cocok untuk produk yang mudah dipaketkan. Dell Computer adalah pioneernya. 

6. Reseller
Produsen > Distributor > Reseller atau Produsen > Reseller. Produk yang cocok: yang variannya tak banyak (universal) 

7. Dropship
Prinsipal > Konsumen via Dropshipper dan shipping. Produknya bervariasi, hingga tak memungkinkan untuk distok. #BOOMING

8. Affiliate
Web > Konsumen, linknya diPROMOsikan oleh Affiliate. Affiliate bukanlah dropshipper atau reseller, Affiliate adalah PROMOTOR atau PUBLISHER, sering orang tak tahu siapa orangnya. Sistem Affiliate dikenalkan oleh raksasa Amazon. Sekarang ada juga Agoda, penjual voucher hotel dari Thailand. Amazon atau Agoda disebut Affiliate Network, yg menyediakan layanan Affiliate. Produknya belum tentu dari mereka.

Nah, dari ke delapan model Ch. D tersebut, bisa saja dikombinasikan untuk menghasilkan PENJUALAN yg MAXIMAL.
Contoh:
Konvensional + Franchise >> dilakukan oleh Teh Tong Tji, menghasilkan Low Budget High Omzet.
Online + Reseller. Mulai dari jual di Web, sambil cari Reseller, jika suatu daerah sudah Gemuk Demandnya, Cari Distributornya.

Lalu apa yg dimaksud Channel D = P, saya akan jelaskan dulu apa itu Channel P? Ch. P atau Promotion, dibagi menjadi 2: Offline dan Online.

Offline seperti: brosur, poster, baliho, tv radio, media cetak, pameran, outlet, SPG, WOM, dll.
Online seperti: web, blog, marketplace, forum, milis, email, SEO, adwords, social media, affiliate.

Jadi  Channel Promotion? >> Tempat kita mengKAMPANYEkan produk2 kita untuk menarik calon pelanggan.

Channel D = P >> Franchise, outlet, MLM, direct selling, reseller, dropship, affiliate, pikirkan lainnya. Yang dimasukkan kategori Channel D = P adalah Powerfull Channel, dimana Channel tsb sudah teruji mem #BOOMING kan produk.

Lepas dari kontroversinya ya. Tapi harus tahu juga, Channel2 tsb bisa jadi hanya sesaat awal untuk #BOOMING saja. Setelah itu, Anda harus mengkombinasikan dengan channel D lainnya agar merata. Jika tidak, kompetitor yang menikmatinya.

Jaya Setiabudi
Founder & Director Young Entrepreneur Academy (YEA)
Founder & Master Trainer Entrepreneur Camp (ECamp)
Founder Yukbisnis.com
Penulis buku Best Seller The Power Of Kepepet, Kitab Anti Bangkrut





Share this on :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Berbagi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template