Home » » Card to Post, Bertukar Pesan Melalui Kartu Pos

Card to Post, Bertukar Pesan Melalui Kartu Pos

Kapan terakhir mengirim atau menerima kartu pos? Hmm, memasuki era digital ini sepertinya aktivitas berkirim kartu pos telah banyak ditinggalkan. Berkembangnya teknologi membuat mengirim pesan bisa dilakukan dengan mudah melalui telepon seluler atau media sosial. Namun sekelompok anak muda ini justru bertukar pesan dengan cara lama, yakni melalui kartu post.

Bagi yang dulu gemar berkorespondensi, pasti masih ingat sensasi surat menyurat, terutama saat menerima balasan dari surat kita. Untuk itulah komunitas Card to Post (yang dibaca dalam bahasa Indonesia berbunyi mirip dengan 'kartu pos') mengajak teman-teman untuk beromantisme di masa lampau sambil tetap bermain-main di dunia jejaring yang khas era sekarang.

Card to Post adalah sebuah gerakan online yang mengajak siapapun untuk menghidupkan kembali budaya berkirim kartu pos. Serunya komunitas ini tidak sekedar mengirim kartu post tetapi para anggota bisa berkreasi untuk membuat kartu postnya sendiri, dan kemudian memamerkannya di website Card to Post.

Komunitas ini lahir pada 17 November 2011 dan didirikan beberapa anak muda, yakni Rizki, Putri, Hafiz, Rayi, Made dan Hira. Sampai saat ini tidak kurang jumlah anggota yang bergabung mencapai 1.500 anggota. Animo masyarakat untuk bergabung pun cukup besar baik dari kalangan anak sekolah sampai kalangan profesional. Sejumlah kegiatan pun rutin dijalankan untuk lebih memperkenalkan komunitas ini, terutama pada ajang pameran komunitas.

Sejumlah gerakan masal pernah dilakukan oleh komunitas ini salah satunya Gerakan 1.000 Kartu Pos untuk Presiden. Gerakan yang dimulai Februari 2012 itu mengajak masyarakat mengumpulkan kartu pos yang berisi aspirasi untuk presiden. Kartu pos yang terkumpul dari seluruh penjuru tanah air itu kemudian dipamerkan saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berulang tahun ke-63 pada 9 September 2012.

Selain itu komunitas ini juga pernah memiliki kegiatan Kartu Pos untuk Kota. Kegiatan ini mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi terhadap permasalahan kota masing-masing.

Rizki bersama tim dan anggota lainnya masih terus berupaya mengampanyekan lebih luas budaya berkirim kartu pos. Komunitas yang saat ini telah memiliki beberapa anggota dari luar negeri, misalnya dari Amerika Serikat dan Belanda ini memanfaatkan teknologi digital lebih jauh guna mempermudah anggota saling berinteraksi.

Tertarik untuk bergabung dengan komunitas ini silakan kunjungi cardtopost(dot)com atau follow twitternya @cardtopost atau facebook https://www.facebook.com/cardtopostindonesia.


Sumber :
cardtopost(dot)com



Share this on :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Berbagi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template