Home » » Dewi Tanjung, Sukses Berwirausaha Kini Berdayakan Mantan Narapidana Wanita

Dewi Tanjung, Sukses Berwirausaha Kini Berdayakan Mantan Narapidana Wanita

Mengawali usaha hanya bermodal uang lima puluh ribu dan sampah bekas, Dewi Tanjung sukses menjadi pebisnis kerajinan pertama di Indonesia. 

Sejak kematian sang ayah tercinta saat Dewi masih bayi, ia dan ibunya harus hidup dalam keterbatasan. Kondisi inilah yang memacu Dewi untuk membuat sang ibu bangga dan senang. Serta ingin memberdayakan dan mendorong wanita lain untuk memiliki impian dan mengembangkan bisnis serta kehidupan mereka sendiri.

Dewi Tanjung, melalui usahanya De Tanjung, yang dirintisnya sejak tahun 2003 bergerak di bidang souvenir kerajinan tangan. Ia memanfaatkan limbah dan daun-daun kering dan kemudian diolah olehnya menjadi beraneka ragam benda seperti pigura foto, kotak pensil, undangan dan kerajinan lainnya. Dan dari kesemua produk itu tidak hanya dipasarkan di dalam negeri tetapi juga ke manca negara.

Berbagai penghargaan telah diraih oleh wanita asal Malang ini, diantaranya penghargaan Wira Usaha Mandiri 2010, finalis E-IDE yaitu wirausaha berbasis lingkungan tahun 2011, serta CEC-GEF wirausaha berbasis komunitas. Keduanya diadakan oleh British Council. Lalu pada Januari 2012, Dewi menjadi satu di antara delapan wanita dari Indonesia yang selama dua minggu mengikuti 10.00 Women Global Cohort, di Arizona, USA.

Tidak heran karena sejak tahun 2008 usahanya mampu meraup omzet dari hingga mencapai Rp1.1 miliar per bulan. Meskipun semua kerja kerasnya telah mengubah hidupnya, Dewi tak lantas lupa diri. Sejak pertama usahanya berdiri, Dewi selalu melibatkan tetangga-tetangganya untuk bekerja di tempatnya. Tentu saja ini sangat membantu meningkatkan kondisi ekonomi warga di sekitarnya. 

Dewi juga kerap diundang menjadi pembicara di berbagai kegiatan wirausaha, memberi training membuat kerajinan kepada ibu-ibu termasuk memberi pelatihan pada para narapidana di LP Wanita Lowokwaru, Malang. Bahkan Dewi juga tak segan-segan memberdayakan para tahanan wanita yang telah bebas untuk bekerja di tempatnya.

Tentu saja semua itu dijalani Dewi dengan tidak mudah, dibutuhkan ketekunan, keberanian serta kerja keras untuk meraih semua itu. Dewi juga berpesan agar jangan pernah mengubah impian, melainkan mengubah strategi untuk mencapai impian.


Share this on :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Berbagi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template