Home » » Yusran Pejuang Pendidikan di Desa Terpencil

Yusran Pejuang Pendidikan di Desa Terpencil

Seorang guru honorer yang mengajar di sekolah Madrazah Ibtidaiyah Darul Dakwah Wal Irsyad (MI DDI) desa Batetangnga, kecamatan Binunag Polewali Mandar sejak 2007 rela berjalan kaki dari gunung ke gunung melintasi sungai dan hutan belantara demi memberi pelajaran tambahan bagi siswanya yang tidak bisa datang ke sekolah karena hambatan alam seperti hujan atau longsor.

Dialah Yusran, Pemuda 30 tahun yang memiliki tekad, anak-anak di desa terpencil sekalipun harus punya kesempatan maju melalui pendidikan.

Menurut Yusran, ketika hari cerah, anak-anak itu tetap harus berjuang keras untuk bisa sampai ke sekolah meskipun jarak dari rumah ke sekolah itu sangat jauh. Mereka berangkat sebelum matahari terbit supaya tidak terlambat. Biasanya mereka berangkat bersama-sama, sambil membawa obor karena hari masih gelap saat mereka berangkat. 

Sedangkan di musim hujan, medan yang berbukit dan terjal itu menjadi licin sehingga anak-anak itu tidak berani ke sekolah. Selain itu, jarak antara rumah dengan sekolah bisa berkilo-kilo meter jauhnya. Mereka bisa saja tidak ke sekolah selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Semua yang dilakukan Yusran ini tanpa imbalan sepersen pun dari siswa maupun orangtua mereka. Berbekal selembar papan tulis dan kapur tulis yang setia menemaninya, Yusran tak mengenal lelah menebar ilmu dan pengetahuan bagi siswa-siswa yang berasal dari desa terpencil.

Yusran juga rutin membina mereka di berbagai kegiatan olahraga, terutama sepak bola dan bola voli. Beberapa anak binaannya bahkan memenangi berbagai kompetisi olahraga di tingkat kabupaten, bahkan provinsi. 

Selain itu, Yusran juga kerap menjadi motivator bagi anak-anak desa yang putus sekolah. Dengan pendekatan personal yang dia lalukan, anak-anak itu akhirnya mau kembali ke bangku sekolah. 

Sebagai pemuda setempat, Yusran tahu betapa sulit mendapat akses pendidikan. Ayah Yusran adalah seorang petani yang tidak bisa membaca. Hanya karena tekat membaja, Yusran akhirnya mampu menyelesaikan sekolah dan menjadi sarjana pendidikan.


Share this on :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Berbagi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template