Home » » Lidah Tak Bertulang

Lidah Tak Bertulang

Lidah Tak Bertulang

Oleh : Ugik Madyo

Suatu sore, saya menemani ibu mertua nonton televisi. Kami menonton talkshow Hitam Putih, bintang tamunya Sophia Muller. Saya tertarik dengan salah satu pendapat yang dikemukakan oleh sang bintang tamu. Dia mengatakan, seumur hidup kita akan berhadapan dengan tiga macam manusia. Pertama, orang yang benar-benar mencintai kita. Mereka akan selalu berada disisi kita, meski kita dalam kondisi buruk sekalipun. Mereka adalah keluarga, pasangan dan sahabat-sahabat kita. Kedua, orang yang tidak peduli dengan kita. Apapun yang terjadi dengan kita, mereka tidak peduli. Yang terakhir, orang-orang yang membenci kita. 

Menurut Sophia, golongan yang terakhir ini yang menjengkelkan. Kita berbuat salah akan dibicarakan jelek. Kita berbuat baik juga akan dijelek-jelekkan. Bagi orang-orang golongan yang ketiga ini, perilaku kita tidak ada yang benar dimata mereka. Semuanya jelek dan wajib disebar luaskan kejelekan itu.

Saya jadi teringat kejadian yang menimpa salah satu sahabat beberapa waktu silam. Ketika sahabat saya ini menikah, ada kabar yang beredar kalau dia menikah karena terpaksa, sudah terlanjur hamil. Kabar itu hilang dengan sendirinya setelah terbukti kalau sahabat saya memang belum hamil. Sahabat saya kaget dan lumayan shock mendengar berita ini. 

Berbulan-bulan kemudian, sahabat saya belum hamil juga. Kemudian ada kabar yang beredar kalau sahabat saya ini tidak bisa hamil dan akan diceraikan suaminya karena sang suami akan menikah lagi. Untung ada beberapa temannya yang berbaik hati rajin mengirimkan co-pas percakapan dengan si penyebar berita tersebut via inbox facebook atau BBM. 

Saya yang ikut membaca salinan percakapan itu jadi emosi jiwa. Beberapa kali saya mengusulkan untuk mendatangi mereka. Toh kita tahu penyebarnya berita ini orang-orang itu. Namun dia menanggapinya dengan kalem.
“Biarin aja. Terserah dia mau ngomong apa. Ntar juga ilang sendiri omongan kayak gitu. Ngapain ngurusin orang stress. Buang-buang energi aja. Banyak urusan lain yang lebih penting.”
“Stress!? Serius dia orang stress?”
“Orang yang kerjaannya selalu sibuk cari tahu tentang orang lain. Sampai dibela-belain tanya sana, tanya sini. Ngorek-ngorek keburukan orang lain. Bukannya cuma orang stress yang akan berbuat seperti itu.”

Dengan hati setengah rela, saya menuturi perkataannya. Benar tenyata, beberapa bulan kemudian berita tersebit hilang dengan sendirinya.

Ibu saya pernah mengatakan, lidah memang tidak bertulang maka akan mudah bergerak-gerak. Mudah sekali orang berucap, apa saja terserah mereka. Kita tak akan mungkin mengendalikan lidah setiap orang agar berucap sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kalau baik dengarkan. Kalau jelek, tinggal tutup kuping pura-pura tuli. Toh tak ada ruginya kalau kita diomongin jelek sama orang. Dosa-dosa kita malah akan berkurang. So, ngapain pusing mikirin lidah orang. Kalau memang kita merasa tidak benar apa yang orang lain katakan. Cuekin saja. Terkadang, cuek itu baik buat kesehatan jiwa.

Share this on :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Berbagi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template