Pilah Pilih Mesin Jahit

Ternyata memilih mesin jahit tidak semudah membuat keputusan memilih pasangan :D

Begitulah...
Awal keinginan saya membeli mesin jahit karena melihat harga mesin jahit portable untuk pemula yaitu Singer Start yang harganya cukup terjangkau. Saat itu saya pikir asal bisa digunakan untuk menjahit. Tetapi setelah dipikir-pikir lagi sebaiknya sekalian beli yang lebih bagus untuk pemakaian jangka panjang. Dari sinilah kegalauan memilih mesin jahit dimulai.

Sebelum membeli mesin jahit, hal pertama yang harus saya lakukan adalah mencoba mesin jahit. Karena untuk mesin jahit jenis portabel saya tidak pernah menyentuh sama sekali. Dulu pernah mencoba mesin jahit jadul yang warna hitam itu. 

Kenapa harus mencoba dulu? Karena saya harus memastikan bahwa saya benar-benar berminat dalam dunia jahit-menjahit ini sebelum membeli mesin jahitnya. Sayangkan nanti kalau sudah beli tetapi nantinya tidak digunakan.

Untuk itu, saya mengikuti workshop di salah satu sekolah jahit di Surabaya. Di sini saya diajari menggunakan mesin jahit mulai nol. Bener-bener nol ya, karena ini pertama kali saya melihat dan menyentuh mesin jahit portable jaman now. Jatuh cinta pada pandangan pertama pada Juki HzL-29Z. Mesin jahit ini relatif mudah dan nyaman digunakan. Sempat terbersit membeli ini aja kayaknya, karena sudah terlanjur cocok. Setelah saya browsing ternyata tipe ini memang easy to use, bahkan cocok digunakan untuk anak-anak yang ingin belajat menjahit. Kelemahannya, tidak bisa digunakan pada kain tebal, pelubang kancing masih menggunakan 4 langkah dan harga yang relatif lebih mahal untuk kelasnya. Tipe Juki HzL-29Z sepertinya ini setara dengan Singer Start tapi versi terbaru.  


Selanjutnya saya mengikuti workshop di tempat lain, kali ini menggunakan Singer Heavy Duty 4423. Tipe Heavy Duty ini memang dirancang bandel, bisa digunakan segala jenis kain termasuk kain-kain yang tebal, dan memiliki kecepatan jahit yang cukup tinggi 1.100 jahitan per menit. Dengan mesin motor yang tangguh cocok digunakan bagi yang memiliki usaha dengan kapastas yang lumayan besar. Bagi saya yang baru menggunakan mesin pemula, menggunakan mesin ini 
agak susah dalam mengatur kecepatan.



Tipe selanjutnya adalah Singer Simple 3232. Sebenarnya untuk kelas menengah tipe ini cocok. Kelebihannya dibandingkan heavy duty adalah memiliki 32 pola jahitan. Kalo masalah motor, pastinya lebih unggul yang tipe heavy duty. Sebenarnya sudah hampir memilih mesin ini, tetapi masih ada keraguan karena masih menggunakan sekoci bawah. Dua tipe di atas sudah menggunakan top drop-in.

Sampai di sini masih bingung memutuskan beli yang mana, sampai akhirnya setelah membaca brosur lengkap Singer, pilihan saya jatuh pada SINGER TALENT 3323. Secara umum hampir sama dengan tipe Simple, malah polanya lebih sedikit sama dengan heavy duty. Tapi saya sreg karena sudah menggunakan top drop-in bobbin.


Berikut adalah spesifikasi Singer Talent 3323 :
- 23 pola jahitan
- 1 langkah pelubang kancing
- Top drop-in bobbin
- pemotong benang
- pemutar bobbin otomatis
- pemasang benang otomatis
- tombol pengatur pola jahitan
- tombol pengatur panjang jahitan
- tombol pengatur lebar jahitan
- tombol pengatur tekanan benang atas
- tombol jahitan mundur
- lampu LED


Mesin Jahit Singer 3323 dilengkapi aksesoris :
- Sepatu standart
- Sepatu lubang kancing
- Sepatu restleting
- Sepatu pasang kancing
- Spool
- Jarum dengan ukuran standard no 13
- Pedal/speed control kecepatan mesin
- Plat Tisik: Digunakan Untuk Bordir
- Obeng Plat “L” untuk Membuka skrup bagian Plat gigi Mesin.
- Manual book sudah berbahasa Indonesia.
- Cover Mesin/Penutup Mesin.
- Sikat/kuas kecil untuk membersihkan bagian dalam

Nah demikianlah, bagi yang mau belajar menjahit mungkin bisa digunakan untuk pertimbangan. Semoga bermanfaat.  


No comments:

Post a Comment