Mengenal Soerabaja Tempoe Doeloe di Museum Surabaya

Bagi saya museum itu selalu menarik. Meskipun saya bukan pecinta sejarah. Jadi pas kemarin sengaja 'nyasar' ke Sentra UKM mampirlah saya ke tempat ini. 


Museum Surabaya terletak di Jalan Tunjungan No.1, Genteng, Surabaya. Buka tiap hari Selasa sampai dengan Minggu. Tepatnya di gedung bekas pertokoan Siola yang disulap oleh bu Risma, Walikota Surabaya menjadi Mall Pelayanan Publik. Museum ini dibangun dengan konsep yang terbuka, tetapi jangan khawatir, tempatnya terjaga bersih dan tenang sehingga nyaman untuk dikunjungi.




Tempat ini keren sekali, meskipun tidak seberapa banyak koleksinya, tapi tetap menarik. Dari pintu masuk kita bisa tahu siapa saja yang pernah memimpin kota Surabaya sejak tahun 1916. Bisa tahu ternyata Bu Risma walikota perempuan pertama ya di Surabaya. 


Selanjutnya ada baju khas Surabaya yang biasa dipakai oleh Cak dan Ning Surabaya, sehingga dikenal dengan sebutan baju Cak dan NingPakaian Cak berupa perpaduan antara beskap atau jas tutup sebagai atasan, jarik sebagai bawahan, kuku macan sebagai hiasan yang digantungkan pada saku beskap, sapu tangan merah, dan juga terompah. Sementara pakaian Ning berupa perpaduan antara kebaya sebagai atasan, jarik sebagai bawahan, kerudung dengan renda, dan beragam aksesoris tambahan lainnya seperti anting, selendang, selop, dan gelang.


Lalu kita bisa lihat gambar dan pakaian Tari Remo, yaitu tarian khas yang biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu - tamu penting dan foto-foto Soerabaja Tempoe Doeloe yang membuat saya mengingat-ingat kembali tempat-tempat di Surabaya. Bangga menjadi bagian dari kota ini, sejak lahir hingga saat ini setia di Surabaya.



Berikutnya kita bisa melihat berbagai barang-barang tempo dulu, ada mesin ketik, uang kuno, alat kedokteran radio dan beberapa alat telekomunikasi.





Di bagian alat transportasi ada juga becak dan bajaj. Kalau becak, seperti yang banyak kita ketahui keberadaannya masih ada sampai sekarang. Tetapi untuk bajaj, sudah lama sekali tidak digunakan di Surabaya. Ada juga bemo, sebenarnya angkutan umum (angkot) di Surabaya sampai saat ini masih disebut bemo, tapi bemo yang sesungguhnya memiliki keunikan bentuk dengan roda tiga, satu roda di depan dan dua roda di belakang. Bemo ini pertama kali masuk di Surabaya  pada tahun 1962 yang diproduksi oleh Daihatsu dengan nama Daihatsu Midget.



Nah bagi generasi 90an seperti saya, pasti kenal dengan si kuning yang bernama Angguna singkatan dari Angkutan Serbaguna. Angguna ini merupakan kendaraan khas kota Surabaya karena tidak ditemukan di kota lain, sejenis taksi yang mobilnya dirancang dua baris, bangku depan dan belakang dan menyisakan ruang bagasi dalam wujud bak terbuka mirip pick up. 
Saya ingat betul konsep angguna dulu memang seperti taksi dengan tujuan bisa untuk mengangkut barang lebih banyak disamping penumpang. Juga sistem angguna ini pembayarannya dengan tawar menawar tidak seperti taksi yang menggunakan argo.

Terakhir yang menarik perhatian saya adalah bangku sekolah ini, seingat saya SD dan SMP saya masih menemui bangku seperti ini. Jadi bangku dan mejanya tersambung. Kalo di SD tempat duduk seperti ini diisi oleh tiga anak.


Yuk ah, yang masih bingung mau ke mana akhir pekan ini bisa mampir di tempat ini. 

No comments:

Post a Comment